Jumat, 22 Mei 2015

NOTHING SURVIVE BUT FIGHTING


SULITNYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI NEGERI INI DIDORONG OLEH PERASAAN WAS-WAS, SERTA KEPICIKAN ORANG-ORANG YANG TIDAK BERANI MEMIKUL TANGGUNG JAWAB

EFRAIM MUDUMI
Health Policy Management FK UGM
Apresiasi yang tinggi buat beberapa Kebijakan berani pemerintahan saat ini :

1. Kebebasan PERS Asing masuk ke Papua.
2. Pembubaran anak perusahan PERTAMINA yaitu PETRAL yg merupakan  sarannya Mafia MIGAS
3. PANSEL KPK yang di isi oleh Wanita-Wanita Kredibel yang luar biasa
4. Mengalihkan Subsidi BBM ke Sektor Produktif
5. Menghentikan Impor Beras. dll

Rasanya sangat sulit di awal perjuangan ini, tapi saya teralu yakin bahwa bangsa ini sedang membangun PONDASI EKONOMI yang kuat. Saya juga terlalu yakin bahwa Bangsa ini akan segera masuk pada LEVEL BARU, level dimana Private sector dan public sector akan semakin baik serta turut menyumbang ENERGI POSITIF untuk INDONESIA yang HEBAT.

PESAN :

1. Sehebat Apapun perubahan yang kita inginkan, hal tidak akan berjalan dengan baik jika tidak berorintasi pada tindakan dan berani mengambil resiko.
2. Tindakan Yang Hebat kalau tidak di Landasi dengan Strategi  yang betul maka akan Sia-Sia.
3. Strategi sebaiknya berorientasi pada kontinuitas dan bersifat BREAK-THROUGH

TUMBUHKAN KESADARAN BAHWA SETIAP AWAL PASTI SULIT, SEGALA SESUATU YANG BARU PASTI TIDAK MUDAH

JANGAN PERNAH TAKUT PAK PRESIDEN DAN WAPRES, KAMI TUNGGUH KEBIJAKAN-KEBIKAJAN BERANI BERIKUTNYA

 RAKYAT HARUS MENJADI KIBLAT UTAMA DALAM SETIAP KEBIJAKAN DAN PASTIKAN KEBIJAKAN TERSEBUT PRO RAKYAT


Selasa, 14 April 2015

REVIEW JURNAL

REVIEW JURNAL

 

 

Jurnal :

Social Science & Medicine

Judul :

Strengthening district health service management and delivery through internal contracting: Lessons from pilot projects in Cambodia

Oleh :

Keovathanak Khim, Peter Leslie Annear

Tahun :

Available online 28 February 2013

Key Word :

Cambodia, Contracting, Performance-based financing, Incentives, Health services, Health system

Review :

Penelitian  bertujuan untuk menganalisis kinerja Special Operating Agencies (SOA) sebagai pengelola kontrak kerja internal di kabupaten dengan sampel 4 dari 22 SOA kabupaten yang dipilih secara purposive dengan lima prasyarat identifikasi untuk manajemen kontrak yang efektif dan peningkatan layanan yaitu : pemahaman yang jelas tentang peran dan tanggung jawab oleh pihak kontraktor; pelaksanaan aturan dan prosedur yang jelas; kinerja manajemen yang efektif; pemantauan yang efektif dari kontrak; dan ketentuan sumber daya yang memadai dan tepat waktu. Baik tingkat dan alokasi insentif maupun wewenang jika terjadi kemacetan pengelolaan di berbagai tingkatan yang menghambat pelaksanaan. Analisis menggunakan analisis komparatif dari mandat pengelolaan SOA dan hubungan mereka dengan Provincial Health Departement (PHD). Model analisis berdasarkan tinjauan literatur dan dokumen operasional kunci, wawancara informan kunci dan rutin. Data pemantauan dari Depkes. Data kualitatif primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap informan kunci sebagai bagian dari kerja lapangan program doktor oleh peneliti pertama pada bulan Desember 2010 dan Januari 2011. Wawancara dilakukan oleh penulis pertama dalam bahasa Khmer. Dengan rekaman suara, kemudian ditranskripsikan dalam bahasa Khmer dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh peneliti pertama. Karena kecil Jumlah wawancara dengan informan kunci, analisis dilakukan dengan menggunakan spreadsheet sederhana. Hasilnya adalah Pendekatan kontrak internal memiliki potensi untuk meningkatkan pelayanan, asalkan prosedur administrasi yang diidentifikasi disini diimplementasikan. Pemisahan yang jelas fungsi antar aktor (yaitu komisaris, pembeli, penyedia, pemantauan agen, regulator) diperlukan agar masing-masing dapat melaksanakan peran mereka lebih efektif dan meningkatkan tata kelola secara keseluruhan. indikator peningkatan efektifitas pengawasan kontrak yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan dan terikat waktu membantu dalam melacak kinerja pihak yang dikontrak guna mengidentifikasi dan mengatasi hambatan manajemen. Mengelola manajemen kerja dan keuangan yang baik dapat mengurangi KKN. Pemberian insentif dan tambahan penghasilan harus diberikan secara hati-hati karena jika salah dapat menimbulkan keributan di tingkat staf. Keterbatasan penelitian : Ukuran sampel relatif kecil, hanya terdiri dari empat SOA di dua provinsi dan 20 informan kunci. Selain itu, tiga dari empat SOA berada di salah satu provinsi, yang menyajikan bahaya bias seleksi dalam hasil. Namun, peneliti yakin bahwa kondisi dalam SOA ini mirip dengan kebanyakan yang lain. Meskipun ada potensi perbedaan pengalaman manajemen kontrak seluruh SOA, variasi hasil tidak akan terlalu luas.

 

--

Eko Sriyanto

Policy and Health Care Management

Gadjah Mada University

Yogyakarta

2015

Senin, 02 Maret 2015

Judul  Jurnal:
Human Resource Management in Health and Performance of Work Process in the Primary Health Care—An Efficiency Analysis in a Brazilian Municipality (Thiago et al, 2014)

Penelitian  bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen praktik sumber daya manusia dalam bidang kesehatan dapat dihubungkan dengan efisiensi dalam pemenuhan proses kerja tim kesehatan keluarga dalam strategi Puskesmas Kota Brazilia. Analisis menggunakan indikator skor efisiensi sumber daya manusia yang berasal dari Data Envelopment Analysis (DEA). Model analisis berdasarkan dimensi struktur, proses sebagai sumber informasi kualitas pemberian pelayanan merujuk pada model evaluasi pelayanan kesehatan Donabedian. Hasilnya adalah terdapat indikasi bahwa investasi dalam pelatihan profesionalisme dan fiksasi doktor dapat berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan indeks efisiensi yang diperoleh dari tim kota brazilia. a

--
Dian Mawarni
Policy and Health Care Management
Gadjah Mada University
Yogyakarta
085733351604

Fwd: tugas




--
Dian Mawarni
Policy and Health Care Management
Gadjah Mada University
Yogyakarta
085733351604